كانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ فِي الأُمُورِ كُلِّهَا،
كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنَ القُرْآنِ، يَقُولُ: " إِذَا هَمَّ
أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ، فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الفَرِيضَةِ
"Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengajari kami shalat istikharah dalam setiap perkara / urusan yang kami hadapai, sebagaimana beliau mengajarkan kami suatu surah dari Al-Quran. Beliau berkata, “Jika salah seorang di antara kalian berniat dalam suatu urusan, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang bukan shalat wajib,"
(Shohih Bukhori, no.7390)
Aku belum mengerti betul tentang Islam, belum satu tahun aku menjadi mualaf dan baru saja aku berhijab sekitar 3 bulan tapi sepertinya ini yang bisa membantuku mendapatkan jawabannya.
Aku tidak hebat dalam ilmu agama, tapi yang aku percaya dan tau hanya satu, apapun yang aku minta selalu di berikan oleh Allah.
Itu yang terjadi selama aku meminta pada-Nya.
Kini aku meutuskan untuk menanyakan hal ini pada-Nya, hal yang menyangkut masalah hati maka kepada Sang pembolak-balik hati lah aku harus bertanya.
Usai sholat dua rakaat itu pun aku mulai berdoa, aku tidak berdoa sepeti apa yang aku baca di internet tentang doa setelah sholat istikharah, aku menggunakan bahasaku sendiri yang membuatku merasa lebih dekat dengan Dia yang menciptakanku.
Aku hanya mencurahkan apa yang aku rasakan, aku bertanya, menangis, memohon petunjuk dan bersujud lama untuk membiarkan apapun yang ada dalam pikiranku mengalir begitu saja.
Begitu terus yang kulakukan hingga sholat istikharah ku yang ketiga,
tidak bisa di jelaskan dari mana asalnya tapi aku yakin bahwa apapun kekurangan dirinya, apapun masa lalunya yang kelam dan menurutku sangat tidak baik, "aku siap".
Alhamdulillah hatiku sudah lapang dan mantap tentang masalah ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar